
Suatu hari saya mengikuti presentasi yang dibawakan oleh Kepala SDM perusahaan multinasional ternama di Indonesia. Topik yang dibahas cukup menarik, mengenai bagaimana memilih suatu tempat kerja setelah lulus kuliah.
Rupa-rupanya, pembicara ini menekankan pada pentingnya mengenali lingkungan kerja di perusahaan yang ingin kita masuki. Lingkungan kerja yang dimaksud meliputi bagaimana pola interaksi antar sesama karyawan, bagaimana hubungan antara atasan - bawahan, dan bagaimana hubungan kerjasama dalam menyelesaikan sebuah tugas.
Sebuah kalimat bijak meluncur dari mulut pembicara tersebut. "Bekerja di suatu perusahaan berarti menyerahkan kualitas hari-hari kita pada perusahaan tersebut". Sebab 5 - 6 hari penuh, waktu kita pasti lebih banyak dihabiskan di kantor. Sehingga, jika suasana kerja di kantor penuh dengan tekanan, hal ini berdampak pada banyak hal dalam hidup kita. Pertama, produktivitas kerja menurun. Kedua, kualitas hubungan dengan keluarga dapat terganggu, sebab masalah-masalah dalam perusahaan turut dibawa dalam keluarga. Ketiga, kesehatan yang terganggu. Sehingga bekerja di perusahaan yang tidak memiliki lingkungan kerja yang sehat dapat memperburuk kualitas hari-hari kita.
Dalam banyak hal, saya setuju dengan pembicara ini. Namun terkadang beberapa orang menggunakan alasan "lingkungan kerja yang tidak sehat" sebagai pembelaan diri ketika hasil kerjanya tidak memuaskan. So, perbedaan "lingkungan kerja yang sehat dan tidak sehat" harus dipersepsikan dengan benar.
Merujuk dari ide mengenai lingkungan kerja yang sehat, saya menyimpulkan bahwa seseorang harus bisa menjadi team players agar bisa sukses dalam karirnya. Team players artinya orang tersebut mampu membangun kerjasama yang solid dan bukan seorang yang individual dalam bekerja. Menjadi seorang team players susah-susah gampang. Sebab terkadang orang tersebut dituntut mengesampingkan kehendak pribadinya dan mendahulukan kepentingan tim. Menurut saya, salah satu modal untuk menjadi team players adalah memiliki sifat responsiveness, yaitu kepekaan dan ketanggapan seseorang dalam memberikan kontribusi yang dibutuhkan oleh tim nya.
Akhir kata, seorang pemain individu lambat laun akan tersisihkan dalam dinamika kerja yang kini semakin menuntut kesolidan kerjasama tim. Maka, jadilah seorang team players, dan mainkan peran anda dengan cantik
Rupa-rupanya, pembicara ini menekankan pada pentingnya mengenali lingkungan kerja di perusahaan yang ingin kita masuki. Lingkungan kerja yang dimaksud meliputi bagaimana pola interaksi antar sesama karyawan, bagaimana hubungan antara atasan - bawahan, dan bagaimana hubungan kerjasama dalam menyelesaikan sebuah tugas.
Sebuah kalimat bijak meluncur dari mulut pembicara tersebut. "Bekerja di suatu perusahaan berarti menyerahkan kualitas hari-hari kita pada perusahaan tersebut". Sebab 5 - 6 hari penuh, waktu kita pasti lebih banyak dihabiskan di kantor. Sehingga, jika suasana kerja di kantor penuh dengan tekanan, hal ini berdampak pada banyak hal dalam hidup kita. Pertama, produktivitas kerja menurun. Kedua, kualitas hubungan dengan keluarga dapat terganggu, sebab masalah-masalah dalam perusahaan turut dibawa dalam keluarga. Ketiga, kesehatan yang terganggu. Sehingga bekerja di perusahaan yang tidak memiliki lingkungan kerja yang sehat dapat memperburuk kualitas hari-hari kita.
Dalam banyak hal, saya setuju dengan pembicara ini. Namun terkadang beberapa orang menggunakan alasan "lingkungan kerja yang tidak sehat" sebagai pembelaan diri ketika hasil kerjanya tidak memuaskan. So, perbedaan "lingkungan kerja yang sehat dan tidak sehat" harus dipersepsikan dengan benar.
Merujuk dari ide mengenai lingkungan kerja yang sehat, saya menyimpulkan bahwa seseorang harus bisa menjadi team players agar bisa sukses dalam karirnya. Team players artinya orang tersebut mampu membangun kerjasama yang solid dan bukan seorang yang individual dalam bekerja. Menjadi seorang team players susah-susah gampang. Sebab terkadang orang tersebut dituntut mengesampingkan kehendak pribadinya dan mendahulukan kepentingan tim. Menurut saya, salah satu modal untuk menjadi team players adalah memiliki sifat responsiveness, yaitu kepekaan dan ketanggapan seseorang dalam memberikan kontribusi yang dibutuhkan oleh tim nya.
Akhir kata, seorang pemain individu lambat laun akan tersisihkan dalam dinamika kerja yang kini semakin menuntut kesolidan kerjasama tim. Maka, jadilah seorang team players, dan mainkan peran anda dengan cantik

1 komentar:
Team Player?? ouhm...good idea...but how a good Leader??
Posting Komentar