Senin, 31 Maret 2008

MENANGGAPI PERUBAHAN


Topik tentang "perubahan" (change) memang lagi hangat. Apalagi sejak Rhenald Khasali, salah satu pakar manajemen, menelurkan buku-buku yang bertemakan tentang perubahan. Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Re-code: Change Your DNA” dikatakan bahwa kadar DNA manusia dalam menanggapi suatu perubahan itu berbeda-beda. Akhirnya kembali lagi ke teorinya Darwin, dimana mereka yang dapat bertahan menghadapi persaingan kerja adalah mereka yang dapat cepat menyesuaikan diri dengan perubahan.


Sadar atau tidak sadar, perubahan sebenarnya terjadi hampir setiap hari. Saya sendiri, tiap hari harus segera menyesuaikan diri dengan banyaknya perubahan. Mulai dari perubahan-perubahan kecil seperti perubahan rencana kegiatan yang tidak sesuai dengan schedule, perubahan gaya komunikasi ketika berada di tempat yang berbeda, hingga perubahan pola kerja yang mutlak dibutuhkan demi menyelesaikan suatu tugas tertentu. Ini saya alami saat mengerjakan Tugas Akhir untuk program sertifikasi yang saya ambil. Saat itu, saya harus mengatur schedule dengan ketat, sebab saya juga memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu tertentu. Bukankah ini berarti hidup saya berubah?. Saya tidak lagi memiliki waktu santai sebanyak dulu. Jika saya tidak mengetatkan schedule saya, dan memilih menjalani hidup dengan cara yang lama, apa jadinya?.


Yah, siap sedialah dengan segala perubahan. Tidak ada tempat bagi orang yang menghendaki keadaan selalu normal, konstan, dan terkendali. Mungkin saat ini hidup anda demikian terkendali, namun siapa yang tahu hari esok?.


Saya jadi ingat sebuah contoh mengenai perubahan yang saya perhatikan beberapa hari terakhir. Coba amati keadaan SPBU saat ini. Bandingkan dengan kondisinya dulu. Selain bertambahnya jumlah pemain, area yang lebih luas, dan pegawai yang lebih ramah, tiap SPBU kini selalu ada minimarket nya. Bahkan dosen saya melihat ada Starbucks, Dunkin Donuts, dan Hoka-Hoka Bento di suatu SPBU. Inilah contoh kasus perubahan yang paling kasat mata. SPBU yang dulunya tempat jual minyak, kini juga tempat jualan makanan…. Walah... Walah.


Kira-kira, sepuluh atau dua puluh tahun lagi, bisnis apa lagi yang bisa dijual di SPBU ya?

Tidak ada komentar: