Senin, 24 Maret 2008

RASA TAKUT


Sebuah artikel dari Kafi Kurnia, kolumnis bisnis terkemuka, mengulas tentang peran sebuah "rasa takut" dalam pemasaran suatu produk. Artikel tersebut benar-benar membuka wawasan saya, dan kebenaran dari pernyataan penulis nyentrik itu acap kali terbukti dalam kehidupan saya pribadi.

Ya... sebuah "rasa takut" dapat digunakan sebagai senjata ampuh untuk memancing konsumen membeli produk. Secara tidak sadar, kita sendiri sering membeli suatu produk karena didasari rasa takut tersebut. Misalnya, banyak orang yang memilih untuk berolah raga di gym karena TAKUT MENGALAMI MASALAH DALAM KARIR / PERCINTAAN APABILA TUBUHNYA TIDAK ENAK DIPANDANG (Tidak seksi atau tidak atletis). Pengelola gym dapat dengan cerdik memanfaatkan rasa takut ini, dan dengan mudah meyakinkan konsumen bahwa jika memiliki tubuh yang enak dipandang, akan lebih mempermudah dia dalam urusan karir atau jodoh.

Lihat pula bagaimana produk Aqua dengan cerdik memanfaatkan "rasa takut". Dalam iklan-iklannya dikatakan bahwa kebersihan air yang diminum dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Konsumen yang peduli akan kesehatan dirinya pasti akan kembali mempertanyakan seberapa bersih air yang sudah diminumnya selama ini. Kemudian muncul rasa takut dan endingnya, orang ini memilih minum Aqua saja (yang dipersepsikannya sebagai minuman higienis) daripada air minum lainnya yang (mungkin) tidak higienis.

Ada juga iklan dari vegeta. Iklan produk ini diawali dengan memunculkan "rasa takut" konsumen mengenai penyakit saluran pencernaan yang diakibatkan kurangnya serat. Dengan cerdik, produk ini memakai endorser seorang dokter. Sama seperti Aqua, Vegeta pun kemudian menyatakan maksudnya dalam iklan tersebut, bahwa dengan meminum Vegeta anda akan terhindar dari penyakit saluran pencernaan tersebut.

Banyak sekali produk-produk kecantikan yang menggunakan "rasa takut" untuk memancing keinginan konsumen membeli produk tersebut. Dan kebanyakan mereka sukses dengan strategi itu.

Tidak ada komentar: