Senin, 07 April 2008

PERSPEKTIF PROFESI

Apa yang kita lihat dari seorang petugas kebersihan (cleaning service) di kantor?. Apa yang kita lihat dari sekumpulan buruh di kantor yang bekerja begitu keras, hingga seluruh tubuhnya mengeluarkan bau tak sedap?. Apa yang kita lihat dari sosok pembantu di rumah kita?.

Cobalah jujur kepada diri sendiri, apakah kita pernah memandang orang-orang tersebut lebih rendah dari cara kita memandang diri kita sendiri?. Apakah kita menilai mereka lebih rendah dari diri kita sendiri?. Yah, kita menilai mereka demikian karena membandingkan posisi kita dengan posisi mereka sekarang. Tapi cara pandang seperti itu benar-benar tidak pantas.

Kenyataannya, kita memerlukan mereka, bukan?. Kita menikmati bekerja di ruang kantor yang nyaman, ber-AC, dengan kursi yang empuk (walaupun tidak semewah ini, setidaknya ruangan kita nyaman). Itu semua karena jasa cleaning service. Sayangnya, saat melihat cleaning service membersihkan ruangan, kita berpikir dalam hati bahwa mereka melakukan pekerjaan rendahan? Pantaskah sifat ini?. Begitu juga dengan pembantu di rumah kita.

Saya rasa paragraf di atas telah cukup menjelaskan maksud saya. Kita sering memandang rendah seseorang dari profesinya, padahal sesungguhnya kita membutuhkan orang-orang dengan profesi tersebut.

Kita diberi talenta yang berbeda-beda oleh "Yang Maha Kuasa". Ada yang diberi begitu banyak talenta, ada yang hanya diberi satu atau dua talenta saja. Namun yang dijadikan ukuran kesuksesan bukanlah banyaknya talenta. Tetapi apakah kita telah memaksimalkan semua talenta yang diberikan pada kita. Oleh sebab itu, makin banyak talenta yang kita punyai, makin banyak yang akan dituntut dari kita.

Jadi, belum tentu anda dan saya lebih sukses dari seorang cleaning service atau pembantu rumah tangga. Sekalipun profesi mereka demikian, namun jika mereka telah memaksimalkan seluruh potensi yang ada, mereka adalah pemenang. Andapun demikian.

Jangan lagi memandang orang dari profesinya. Namun lihatlah bagaimana dia memaknai profesinya.

Tidak ada komentar: