BLOG INI AKAN SEGERA DIHAPUS.
NAMUN PEMBACA TETAP DAPAT MEMBACANYA DI:
WWW.MEDIAFORIDEA.WORDPRESS.COM
Rabu, 16 April 2008
PEMBERITAHUAN
BLOG INI AKAN SEGERA DIHAPUS.
NAMUN PEMBACA TETAP DAPAT MEMBACANYA DI WWW.MEDIAFORIDEA.WORDPRESS.COM.
NAMUN PEMBACA TETAP DAPAT MEMBACANYA DI WWW.MEDIAFORIDEA.WORDPRESS.COM.
Senin, 07 April 2008
PERSPEKTIF PROFESI
Apa yang kita lihat dari seorang petugas kebersihan (cleaning service) di kantor?. Apa yang kita lihat dari sekumpulan buruh di kantor yang bekerja begitu keras, hingga seluruh tubuhnya mengeluarkan bau tak sedap?. Apa yang kita lihat dari sosok pembantu di rumah kita?.
Cobalah jujur kepada diri sendiri, apakah kita pernah memandang orang-orang tersebut lebih rendah dari cara kita memandang diri kita sendiri?. Apakah kita menilai mereka lebih rendah dari diri kita sendiri?. Yah, kita menilai mereka demikian karena membandingkan posisi kita dengan posisi mereka sekarang. Tapi cara pandang seperti itu benar-benar tidak pantas.
Kenyataannya, kita memerlukan mereka, bukan?. Kita menikmati bekerja di ruang kantor yang nyaman, ber-AC, dengan kursi yang empuk (walaupun tidak semewah ini, setidaknya ruangan kita nyaman). Itu semua karena jasa cleaning service. Sayangnya, saat melihat cleaning service membersihkan ruangan, kita berpikir dalam hati bahwa mereka melakukan pekerjaan rendahan? Pantaskah sifat ini?. Begitu juga dengan pembantu di rumah kita.
Saya rasa paragraf di atas telah cukup menjelaskan maksud saya. Kita sering memandang rendah seseorang dari profesinya, padahal sesungguhnya kita membutuhkan orang-orang dengan profesi tersebut.
Kita diberi talenta yang berbeda-beda oleh "Yang Maha Kuasa". Ada yang diberi begitu banyak talenta, ada yang hanya diberi satu atau dua talenta saja. Namun yang dijadikan ukuran kesuksesan bukanlah banyaknya talenta. Tetapi apakah kita telah memaksimalkan semua talenta yang diberikan pada kita. Oleh sebab itu, makin banyak talenta yang kita punyai, makin banyak yang akan dituntut dari kita.
Jadi, belum tentu anda dan saya lebih sukses dari seorang cleaning service atau pembantu rumah tangga. Sekalipun profesi mereka demikian, namun jika mereka telah memaksimalkan seluruh potensi yang ada, mereka adalah pemenang. Andapun demikian.
Jangan lagi memandang orang dari profesinya. Namun lihatlah bagaimana dia memaknai profesinya.
Cobalah jujur kepada diri sendiri, apakah kita pernah memandang orang-orang tersebut lebih rendah dari cara kita memandang diri kita sendiri?. Apakah kita menilai mereka lebih rendah dari diri kita sendiri?. Yah, kita menilai mereka demikian karena membandingkan posisi kita dengan posisi mereka sekarang. Tapi cara pandang seperti itu benar-benar tidak pantas.
Kenyataannya, kita memerlukan mereka, bukan?. Kita menikmati bekerja di ruang kantor yang nyaman, ber-AC, dengan kursi yang empuk (walaupun tidak semewah ini, setidaknya ruangan kita nyaman). Itu semua karena jasa cleaning service. Sayangnya, saat melihat cleaning service membersihkan ruangan, kita berpikir dalam hati bahwa mereka melakukan pekerjaan rendahan? Pantaskah sifat ini?. Begitu juga dengan pembantu di rumah kita.
Saya rasa paragraf di atas telah cukup menjelaskan maksud saya. Kita sering memandang rendah seseorang dari profesinya, padahal sesungguhnya kita membutuhkan orang-orang dengan profesi tersebut.
Kita diberi talenta yang berbeda-beda oleh "Yang Maha Kuasa". Ada yang diberi begitu banyak talenta, ada yang hanya diberi satu atau dua talenta saja. Namun yang dijadikan ukuran kesuksesan bukanlah banyaknya talenta. Tetapi apakah kita telah memaksimalkan semua talenta yang diberikan pada kita. Oleh sebab itu, makin banyak talenta yang kita punyai, makin banyak yang akan dituntut dari kita.
Jadi, belum tentu anda dan saya lebih sukses dari seorang cleaning service atau pembantu rumah tangga. Sekalipun profesi mereka demikian, namun jika mereka telah memaksimalkan seluruh potensi yang ada, mereka adalah pemenang. Andapun demikian.
Jangan lagi memandang orang dari profesinya. Namun lihatlah bagaimana dia memaknai profesinya.
Kamis, 03 April 2008
THE SECRET: LAW OF ATTRACTION!


THE SECRET, sebuah karya yang fenomenal dari Rhonda Byrne. Pesan yang disampaikan dalam buku ini sebenarnya bukan hal baru, yaitu Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik), dimana apa yang kita pikirkan di dalam pikiran akan menjelma menjadi kenyataan. Apabila kita memikirkan sesuatu yang kita inginkan, maka itulah yang akan kita terima, dan sebaliknya, jika kita terus menerus memikirkan sesuatu yang tidak kita inginkan, hal tersebut yang akan kita terima. Banyak penulis dan para psikolog sudah membicarakan tentang topik tersebut. Namun karena Rhonda mengatakannya sebagai"sebuah rahasia yang telah tersimpan lama", membuat daya magnetis buku tersebut makin kuat.
Namun, muncul beberapa kontroversi yang menyertai kesuksesan The Secret. Ada pihak yang mengatakan bahwa buku tersebut mencoba menggantikan posisi Tuhan sebagai pencipta. Ada juga pihak-pihak yang mengatakan bahwa buku tersebut terlalu menyederhanakan segala sesuatu. Dan ada juga yang berkomentar bahwa buku tersebut terlalu egosentris sebab hanya menilai segala sesuatu untuk kebahagiaan diri sendiri.
Bagi yang belum membaca buku tersebut mungkin tidak mengerti mengenai maksud tulisan saya di atas. Coba anda baca dan resap seluruh pesan dalam buku The Secret. Kemudian bantu saya untuk menjawab pertanyaan di bawah ini.
1. "Apakah semua hal positif yang kita pikirkan pasti dapat kita terima?". Jika demikian, bagaimana dengan para penderita AIDS? bisakah mereka disembuhkan dengan berpikir positif? Jika bisa, berarti kita telah menemukan obat untuk penyakit AIDS!
2. "Apakah dengan tidak memikirkan hal-hal yang buruk berarti kita dapat terhindar dari hal-hal tersebut?". Jika demikian, apakah menurut anda para korban Tsunami Aceh sebelumnya telah memikirkan Tsunami dulu sehingga Tsunami tersebut benar-benar datang meluluh-lantakkan Aceh?
Well, semua kembali ke pembaca. Tapi pasti saya ditanya tentang pendirian saya mengenai The Secret. Jawaban saya, berpikir positif memang perlu, tapi bukan segalanya. Sebab di atas kedahsyatan sebuah otak, masih ada Tuhan yang akan menentukan jalan hidup setiap manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)
